Prototype tidak wajib untuk semua batch. Panduan ini membantu menentukan kapan prototype atau first article dibutuhkan untuk memvalidasi fungsi, fit, visual, konstruksi, dan approval sebelum produksi berulang.
Tag Archives: Custom Fabrication
Siapkan quotation custom project dengan data fungsi, ukuran, quantity, material/finishing request, reference, artwork, deadline context, delivery/installation context, revision, dan approval.
Sketsa sederhana sudah cukup untuk memulai custom project jika dilengkapi fungsi, anotasi, ukuran, quantity, variant, material/finishing status, artwork, interface, dan hal yang masih perlu direview.
Catat feedback prototype akrilik dengan Feedback ID, lokasi issue, expected change, impact, revision target, approval, dan closure check agar revisi fabrication lebih terstruktur.
Agar custom component bisa diproduksi ulang dengan acuan yang sama, pertahankan approved drawing, dimension, feature, material/finish, artwork, interface, quantity relation, revision, dan approval.
Kelola assembly akrilik multi-part dengan Assembly ID, Part ID, quantity per unit, orientation, drawing reference, interface mapping, revision, completeness check, dan repeatable specification.
Tulis brief custom fabrication dengan Feature ID, Part ID, function, position reference, orientation, interface, variant, revision, quantity, dan approval agar fitur tidak salah dipahami.
Foto referensi cukup untuk memulai custom fabrication, tetapi tetap perlu dilengkapi fungsi, dimension, quantity, perubahan, material/finishing status, opening, drawing, variant, dan approval.
Susun brief custom acrylic box, enclosure, cover, dan component berdasarkan fungsi, ruang internal, access point, existing part, Part ID, quantity, drawing, revision, dan approval.
Project akrilik perlu lebih dari cutting ketika output harus menjadi finished object dengan bending, assembly, hubungan antar-part, finishing, dan specification yang terkontrol.
- 1
- 2










